Instalasi Renik dalam Dunia Terhah

Standard
terhah

Karya “Lartucira” garapan Syaiful Garibaldi dalam pameran tunggalnya, QUIESCENT di ROH Gallery, Jakarta, sekitar 2016. (Diambil dari : syaifulgaribaldi.com)

Perkenalkan, ini adalah Dunia Terhah. Sebuah dunia baru yang ada di Planet Bumi. Dunia imajiner tanpa batas yang hadir dengan liar dan tumbuh tak terduga. Dunia yang asyik sendiri dengan eksperimen-eksperimennya yang absurd. Dunia ini bahkan terkadang kasat mata, tapi sebenarnya eksis. Tapi ini bukan khayalan. Ini adalah yang nyata.

“Cgarmnuh homma nossolka aarm tos homma ujmiok bas nosneroah klimuh tos homma porculen,nossolre olarium terhah, atoah tos xem osmun (birbir epoksorban) solka. Porculen sorban uwew katoa manoaki, lowara hiu jiro laeoleou piang gorgor she. Yepii.”

— Seseorang yang Bukan Alien

Jangan takut, paragraf di atas bukan lontaran yang keluar dari mulut alien yang akan menginvasi bumi. Itu adalah lontaran yang keluar dari mulut manusia – dengan menggunakan bahasa Terhah – yang tidak takut untuk meyakinkan apa yang telah dipercayainya dan mencoba merekam penuh semua ide yang ada di sana, di dalam setiap kehidupan. Continue reading