‘Terpasung’ Bersama yang Dipasung

chain-690088_960_720

Ilustrasi rantai. (Pixabay)

Jika nasib boleh dipilih, adakah di antara kita yang memilih untuk menjadi seseorang dengan gangguan jiwa? Seburuk-buruknya jalan hidup, menikmati hari dengan ‘normal’ tentu tetap menjadi pilihan terbaik.

Jujur saja saya ngilu. Ini pengalaman pertama bagi saya untuk menemui orang dengan gangguan jiwa atau ODGJ yang terpaksa dipasung oleh keluarga. Tak terbersit apa pun di pikiran selain rasa tak tega melihat Jano (bukan nama sebenarnya), 37 tahun, yang dirantai selama 22 tahun lamanya. Continue reading →

Advertisements

Tiga Hari (Tidak) Untuk Selamanya. Kapan Kembali ke Ambarawa?

photo0758

Matahari akan selalu terbit dari timur. Jika tidak, berakhirlah sudah dunia. Untungnya, letak Stasiun Poncol, Semarang tepat menghadap ke bagian timur. Alhasil, seturunnya kami dari kereta Tawang Jaya – kereta yang menculik kami dari Jakarta – semburat sinar kekuningan matahari menyapa. Membuat mata yang sebelumnya melayu mendadak mekar. Belum lagi, tembang “Gambang Semarang” yang sebelumnya bergema di dalam kereta setibanya di Stasiun Poncol.

Ah.. Awalan yang manis untuk mengawali kisah tiga hari road trip kecil mengelilingi kawasan USA (Ungaran, Salatiga dan Ambarawa) di medio 2016 lalu. Continue reading →