Memperkenalkan Kainang

Standard

IMG_3590

Perkenalkan, namanya Kainang. Usianya belum sampai satu tahun, tapi ya ampun, lincahnya sudah bukan main.

Setiap hari hobinya mengajakku bermain. Di atas kasur yang spreinya belum diganti-ganti, di atas karpet yang penuh dengan abu rokok, di atas meja kayu yang sempit, di atas sofa sembari menonton filem Harry Potter yang diulang-ulang.

Malah terkadang, Kainang tetap merengek mengajakku bermain ketika aku sedang menyiapkan bekal makan siangku. Apa lacur, jika sudah begitu, aku harus bersabar kalau nanti aku harus makan siang dengan sosis gosong, bukan sosis goreng.

Ampun! Rasa-rasanya Kainang tak pernah lelah mengajakku bermain. Setiap hari, sepulangku dari kerja mengarang bebas seharian, Kainang bahkan selalu menyambutku dengan tatapan manisnya. Siapa yang tidak tergoda dengan matanya yang selalu berkelir cerah? Lagi-lagi, jika sudah begitu, aku rela kalau Kainang menambah rasa lelahku.

Rupanya aku adiksi bermain dengan Kainang. Karena Ibu pernah bilang kalau bermain dengan Kainang itu melatih kesabaran.

“Awas, hati-hati, nanti jarinya ketusuk jarum. Pelan-pelan saja, soalnya kalau di tengah-tengah salah, otomatis kamu harus ngulang dari awal. Enggak usah buru-buru ingin selesai. Tenang saja, nanti hasilnya bagus kok. Yang sabar lho, Kak.”

Ibu, di Sabtu pagi.

Sekali lagi, perkenalkan Kainang. Anak dari seorang Ayah bernama ‘Kain’ dan Ibu bernama ‘Benang’.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s